Mawar Husainiyyah | Samudra Cinta Rasulullah dan Ahlulbayt As
Selamat datang saudara-saudaraku, di Blog Mawar Husainiyyah , Blog ini adalah sebuah blog sederhana yang berdedikasi pada kecintaan terhadap Rasulullah dan Ahlulbayt As.
kami harapkan sumbangsih dari pengunjung blog ini, berupa saran dan kritikan, tentunya adalah kritikan yang membangun.
Ketua PBNU KH.Said Aqil Siradj menghimbau Waspadai Wahabi
Ketua Umum PBNU Sa’id Aqil Siradj mengatakan gerakan Wahabi yang berkembang di Indonesia berasal dari Arab Saudi. Tujuannya ingin mengajarkan purifikasi Islam versi wahabi, sementara ajaran lain dianggap tidak benar dan harus diperangi.
“Konsep tersebut tidak cocok diterapkan di Indonesia dan harus diwaspadai. Karena dalam perkembangannya Wahabi atau Salafi itu cenderung mengarah gerakan radikal,” kata Said Aqil dalam acara bedah buku sejarah “Berdarah Salafi Wahabi” karya Syaikh Idahram di Aula Politeknik Negeri Batam di Batam, Kepulauan Riau, Ahad kemarin. Acara itu diprakarsai Gerakan Ansor Provinsi Kepulauan Riau dan Politeknik Negeri Batam.
Said Aqil mengatakan Wahabi memang bukan teroris. Namun ajaran-ajaran yang disampaikan menganggap ajaran lain tidak benar, sehingga harus ditentang dan mereka mengatasnamakan Islam.(red/metro)
KH.Said juga menulis pengantar dalam Buku Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi berikut ini:
SAYA sangat bergembira dengan adanya karya ilmiah dari Saudara Syaikh Idahram ini yang merupakan satu karya penting bagi masyarakat muslim Indonesia. Bisa dikatakan, belum ditemukan karya setajam ini sebelumnya dalam mengkritisi Salafi Wahabi.” (Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A., Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama [PBNU]).
Link download
Suatu ketika Rasulullah SAAW kedatangan tamu seorang musafir yang telah kehabisan bekal. karena di rumah beliau tidak ada sesuatu yang layak diberikan, maka beliau minta tolong sahabat Bilal agar mengantar tamu itu kerumah putri Beliau, yaitu Sayyidah Fathimah(As).
Dirumah Sayyidah Fathimah(As), rupanya juga tidak ada sesuatu yang layak dimakan. Maka dengan senang hati, tulus dan ikhlas, Sayyidah Fathimah(As) memberinya kalung hadiah pernikahannya dengan Sayyidina Ali bin abi thalib(Kw), Sayyidah Fathimah(As) berkata: “Ambillah kalung ini dan juallah, mudah-mudahan harganya cukup untuk memenuhi keperluanmu”.
Pada suatu hari ketika Sayyidina Imam Hasan dan Imam Husain a.s. menderita sakit dimasa kecilnya, Rasulullah akhirnya datang ke rumah Sayyidina Ali (karramallahu wajhahu) dan Sayyidah Fathimah untuk menjenguk kedua cucunya yang sakit tersebut.
Saat melihat kedua buah hatinya, Rasulullah(saaw) bersabda kepada Sayyidina Ali (kw):
nazarlah, supaya Allah menghilangkan penyakit mereka!”
Setelah mendengar itu, Sayyidina Ali (kw) seketika mengucapkan:
Ya Allah jika kedua anakku ini sembuh maka aku akan berpuasa selama tiga hari.